Pages

Senin, 24 Maret 2014

For All Girl... This is For You...
For Everyone... You can just see it.. or Buy it... :D It Trusted... No Hoax.. :v Or if You want something.. Said it to me... I'll search it for you... :)
Jewelry... :D
Maybe... PS4.... o.O
Just Click And You'll see.. If it is interested, Buy It... :D

Rabu, 08 Januari 2014

Mars Statistika

Mars Statistika
Universitas Diponegoro


Bergeraklah barisan statistik
Tekadkan semangat juangmu
Hadapilah setiap rintangan
Demi kemajuan statistik

Statistik memang paling keren
untuk kita semua
Kerahkan semua daya dan upaya
Demi kemajuan statistik

Bangkitlah tunas hijau pilihan
Kitalah tempat tumpuan harapan
Ditempa dan dibina tuk satu tujuan
Maju dan jayalah statistik

Statistik memang paling keren
untuk kita semua
Kerahkan semua daya dan upaya
Demi kemajuan statistik

Statistik... BANGKIT !
Statistik... MAJU !
Statistik... JAYA !
HIDUP....... STATISTIKA !!!!

Jumat, 27 Desember 2013

Telaah Jurnal Agama




Pendidikan Agama, Etika dan Moral

by
 Prof.dr.H.M. Quraish Shihab, MA
IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
                  I.            Alasan Pemilihan Judul

Belakangan ini Budaya Barat sangat menguasai Indonesia, bahkan Dunia. Telah banyak pemuda pemudi yang mulai berpaling dari budaya Timur yang tertutup ke budaya Barat yang biasa disebut “keterbukaan”. Dan disinilah mulai marak terjadi permasalahan etika dan moral. Hasil pendidikan yang mulai kebarat baratan mulai masuk ke pribadi para pemuda itu sendiri. Oleh karena itu, disinilah diperlukannya kembali pendidikan Agama, Etika, dan Moral.
      II.            Intisari Jurnal

Di makalah ini dijelaskan pertama bagaimana kondisi peradaban di dunia saat ini yang mulai dominan dari peradaban Barat dan ke-pragmatisan. Oleh karena itu disini ada beberapa pengajaran atau pendidikan untuk meluruskan hal tersebut.
1.       Pengajaran dan Pendidikan Agama
Pengajaran dan pendidikan agama dewasa ini bukanlah satu hal yang mudah. Ia bahkan jauh lebih sulit dari pada masa-masa yang lampau. Kesulitan itu tidak hanya dirasakan oleh sementara pengajaran yang memeiliki keterbatasan pengetahuan, tetapi yang berpengetahuan memadai sekalipun.
Pengajaran ini menitik beratkan pada system hafalan, pemberian kisah kisah yang menyentuh, dan pemberian nasihat yang teladan. System ini mengandalkan pengalaman yang dapat dihayati dimengerti oleh manusia bahkan ditangkap melalui panca indera, sehingga mudah disebarluaskan. Apalagi bahasa yang digunakannya adalah bahasa yang gampang dimengerti dan disertai dengan pembuktian empiris.
Banyak keluhan yang kita dengar tentang pendidikan agama. Keluhan tentang kurangnya alokasi waktu pendidikan agama, bukanlah satu-satunya keluhan. Di sisi lain, keluhan ini dapat ditanggulangi dengan alternatif lain yaitu kerjasama semua tenaga kependidikan bersama guru agama untuk melakukan pendidikan agama, apalagi penambahan alokasi waktu di samping merupakan sesuatu yang tidak mudah, juga hanya akan menambah penekanan pada pengajaran atau sisi akliah yang dampak negatifnya
Keluhan yang lebih penting untuk diperhatikan antara lain adalah apa yang dinami sementara pakar dengan hilangnya kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dalam pendidikan dan pengajaran, termasuk pendidikan agama. Peranan Tuhan Yang Maha Kuasa setelah direduksi oleh ilmu-ilmu sekuler yang mengembalikan segala sesuatu pada alam dan hukum-hukumnya tanpa menyebut keterlibatan Tuhan menetapkan hukum-hukum itu dan kuasa-Nya. Sifat-sifat-Nya yang indah pun direduksi pula oleh pengajaran agama.

2.       Pendidikan Akhlak
Akhlak-terhadap Tuhan, manusia, ling-kungan dan diri sendiri berkaitan sangat erat dengan pendidikan; baik kahlak yang dinilai sebagai buah pendidikan, maupun sebagai tujuannya. Bahkan ia berkiatan erat dengan pendidikan karena akhlak yang ditampilkan atau keteladanan merupakan guru yang paling berhasil dalam pendidikan akhlak.
Pengetahuan diraih dan dikembangkan oleh dan melalui akal manusia. Seandainya tingkah laku kita hanya diarahkan oleh akal, walau berbeda antara seorang dengan yang lain, namun substansinya sama kaidah-kaidah umum yang disepakatipun cukup banyak yang menyulitkan adalah bahwa jiwa manusia ikut mempengaruhi tingkah lakunya, sedang jiwa memperoleh arahan dari banyak sumber yang berbeda, seperti kepentingan pribadi atau kelompok, dorongan materialisme, fanatisme, hawa nafsu dan lain-lain, sehingga pohon pengetahuan yang tumbuh, dikelilingi oleh sekian tumbuhan lainnya bahkan tidak jarang dililit oleh benalu.
Berbeda dengan binatang, manusia adalah makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya bahkan mengubahnya. Di sisi lain, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat melepaskan diri dari masyarakat, sehingga keadaan masyarakat dapat berdampak pada hasil pendidikannya. Dengan demikian, terjadi interaksi timbal balik, dan dari sini pendidikan harusmenjadi upaya sadar untuk mengarahkan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang didambakan oleh masyarakat,

3.       Pembinaan dan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan
Era globalisasi adalah era informasi dengan segala nilai baru yang ditawarkannya. Agama yang menyatakan dirinya sesuai dengan setiap waktu dan tempat, tidak menerima atau menolak suatu idea dan nilai, tanpa merujuk kepada sumber ajarannya
Agama mengarahkan hati dan pikiran manusia untuk memahami alam, kehidupan, dan kedudukannya sebagai manusia serta peranan yang diharapkan darinya. Untuk maksud tersebut, agama mengamanatkan nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut ada yang bersifat mendasar, universal dan abadi, dan ada juga yang bersifat praksis, lokal, dan temporal, sehingga dapat berbeda antar satu tempat/waktu.
Dalam agama Islam, Apa bila ma’ruf telah kurang diamalkan maka dia menjadi munkar dan apabila munkar telah tersebar maka dia menjadi ma’ruf. Pandangan ini dapat diterima dalam konteks budaya, tetapi penerimaan atau penolakannya atas nama agama harus dikaitkan dengan nilai-nilainya yang bersifat universal dan mendasar.

                   III.            Manfaat Isi Jurnal Bagi Perubahan Mahasiswa dan Masyarakat Pada Umumnya

Para Pemuda, Mahasiswa, dan Masyarakat diharapkan dapat kembali mempunyai akhlak, agama, dan etika yang pantas segolongan mereka. Mulai kembali memajukan peradaban timur yang mulai punah. Jadi diharapkan isi Jurnal ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Diharapkan agama, akhlak, dan etika para mahasiswa mamou memperlihatkan bahwa mereka itu mahasiswa.

IV.            Penutup

1.      Kesimpulan

Saat ini pola tingkah laku masyarakat mulai dominan kea rah peradaban barat. Mulai memusnahkan peradaban Timur. Jadi sebelum semua peradaban Timur punah, diharapkan pendidikan agama, akhlak, dan etika kembali dilaksanakan sebaik mungkin, agar semua masyarakat kembali kea rah agama yang benar, akhlak yang sopan, dan etika yang pantas.
Pembelajarannya antara lain Pengajaran dan Pendidikan Agama, Pendidikan Akhlak, dan Pembinaan dan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan.

2.      Saran
Sebaiknya disini juga dicantumkan contoh dari pelanggaran agama, akhlak dan etika. Jadi para pembaca bisa mengetahui bahwa hal tersebut salah.